Sunday, November 13, 2011

Pneumonia atau Radang Paru-paru

Baru-baru ini tim dari Fakultas Kedokteran UI meneliti penyakit radang paru-paru dan pusat penelitian atau sumber penelitian itu adalah masyarakat Indonesia sendiri.Mereka menyebutkan ada sekitar 4 juta warga Indonesia yang menderita penyakit penumonia per tahun. Dari jumlah itu, terdapat 12 orang dewasa yang menderita penyakit penumonia per 1.000 orang dewasa. Sementara pasien rawat inap mencapai 600.000 per tahun dengan kerugian materil Rp 23 miliar.
Pada dasarnya penyakit ini menyerang bayi dan anak-anak usia balita ,itulah kenapa penyakit ini dikatakan sebagai pembunuh nomor satu bayi dan anak-anak belita.Menurut survey setiap tahunnya sekitar 2 juta dari anak-anak yang meninggal akibat dari penyakit ini.Tapi tidak menutup kemungkinan penyakit ini juga dapat menyerang orang dewasa,karena beberapa penyebab penyakit ini mungkin lebih banyak dialami oleh orang dewasa.Untuk lebih jelasnya mungkin saya akan membuat penjelasan sedikit tentang apa dan bagaimana penyakit ini dapat menyerang kita.Apakah penyakit ini menular /is pneumonia contagious ?
Radang paru-paru (bahasa Inggris: pneumonia) adalah sebuah penyakit pada paru-paru di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer meradang dan terisi oleh cairan.
Mungkin banyak dari kita yang tidak terlalu memperhatikan atau belum mengetahui apa-apa saja yang dapat memyebabkan penyakit Radang Paru-paru ini dapat menyerang kita,untuk itu disini saya akan memberitahukan atau menginformasikan sedikit yang saya tahu tentang penyakit ini. Radang paru-paru dapat disebabkan oleh beberapa penyebab, termasuk infeksi oleh bakteria, virus, jamur, atau pasilan (parasite). Radang paru-paru dapat juga disebabkan oleh kepedihan zat-zat kimia atau cedera jasmani pada paru-paru atau sebagai akibat dari penyakit lainnya, seperti kanker paru-paru atau berlebihan minum alkohol.
Gejala-gejala penyakit ini sangat bervariasi tergantung dari umur dan bakteri atau mikroorganisme yang menyerang orang tersebut.Pada umumnya, diawali dengan panas, batuk, pilek, suara serak, nyeri tenggorokan. Selanjutnya panas makin tinggi, batuk makin hebat, pernapasan cepat (takipnea), tarikan otot rusuk (retraksi), sesak napas dan penderita menjadi kebiruan (sianosis). Adakalanya disertai tanda lain seperti nyeri kepala, nyeri perut dan muntah (pada anak di atas 5 tahun).Pada bayi (usia di bawah 1 tahun) tanda-tanda pnemonia tidak spesifik, tidak selalu ditemukan demam dan batuk.
Mungkin itu sedikit banyak yang saya ketahui tentang penyakit Radang Paru-paru ini,mudah-mudahan informasi dari saya ini dapat menambah sedikit wawasan anda tentang penyakit Radang paru-paru ini.Bila ada ingin penjelasan yang lebih jelas lagi mungkin anda dapat langsung berkonsultasi dengan dokter specialis penyakit ini yang ada di kota anda.

Artikel terkait lainya
Mengutamakan Pemeliharaan Kesehatan, Penyakit Akan Menjauh.
Ingin Hamil Setelah Lepas KB
Tips Sukses Menyusui
Manfaat Buah Semangka
Lima Macam Gejala yang Seharusnya Berobat ke Dokter
READ MORE >> Pneumonia atau Radang Paru-paru

Thursday, November 10, 2011

Lukisan Iblis didalam Gereja

Lukisan iblis bertanduk yang lagi tertawa ini baru saja di temukan oleh peneliti yang bernama Chiara Frugoni,lukisan terpampang di langit-langit Gereja Basilica Assisi, Roma. Konon katanya lukisan ini di lukis oleh seorang pelukis yang bernama Giotto .
Lukisan karya Giotto itu menggambarkan proses kematian Saint Fransiskus, seorang tokoh agama saat itu. Frugoni meyakini lukisan Giotto dibuat pada tahun 1289.Frugoni yang telah menghabiskan waktu selama 30 tahun hanya untuk meneliti lukisan ini mengatakan sebenarnya lukisan ini adalah bentuk ruang kosong dalam gambar awan.
Selain Frugoni ,seorang tokoh gereja daerah setempat juga mengatakan pada abad pertengahan ada kepercayaan saat kematian menjemput, hanya ada dua figur yang hadir bersama sang ajal, malaikat dan iblis. Malaikat datang untuk menemani seseorang bila masuk surga, atau iblis yang mengawal sesorang bila masuk neraka.Selain itu Fortunato juga mengatakan selama dua abad, fenomena adanya citra misteri di balik sebuah lukisan yang terkenal adalah munculnya sosok ksataria yang muncul dari awan karya Andrea Mantegna.
Frugoni juga mengatakan bahwa lukisan iblis itu tidak sengaja ia temukan saat ia hendak meneliti kapan lukisan itu di buat ,"Terlihat sangat jelas,kok. Banyak orang tak tahu karena mereka tak memperhatikan" ,ujarnya.
Fenoma seperti ini memang sudah sering kita dengar atau jumpai,semuanya itu berpulang kembali lagi kepada kita ,apakah kita menanggapinya hanya sebatas angin lalu atau menanggapinya sebagai tanda-tanda akhir zaman yang sudah semakin dekat.

artikel menarik lainnya
Tips menjaga keharmonisan rumah tangga
Misteri mati suri
Sperma laki-laki di tahan polisi
Ingin hamil setelah lepas KB
READ MORE >> Lukisan Iblis didalam Gereja

Cara menjaga Keharmonisan Suami Istri

Menurut Konfusianisme, untuk menjaga ketertiban sosial, Tiga Panduan Utama (penguasa mengayomi rakyat, ayah membimbing anak, dan suami memandu istri) dan Lima Kebajikan Tetap (belas kasih, kebenaran, kesopanan, pengetahuan, dan ketulusan) haruslah ditaati. Lebih khusus lagi, keluarga adalah pilar masyarakat manapun. Dengan demikian, keharmonisan antara suami dan istri sangatlah penting untuk mencapai stabilitas sosial.

Rumah yang Nyaman
Menurut prinsip-prinsip moral tradisional, perkawinan yang sah memerlukan pengaturan dari pencari pasangan, persetujuan orang tua, dan mengikat janji sehidup-semati dihadapan Tuhan.Pria harus bekerja dan bertanggung jawab atas urusan eksternal rumah tangga, sedangkan wanita harus mampu mengurusi bagian internal. Pria bekerja keras untuk menghidupi keluarganya, dan wanita berusaha untuk menjadi istri yang pengertian dan ibu yang penuh kasih. Seorang istri harus menciptakan sebuah tempat berlindung sedemikian rupa sehingga, terlepas apakah sang suami berada jauh atau dekat, dia akan selalu rindu untuk pulang kembali. Mereka berdua paham bahwa adalah takdir pertemuan yang menyatukan mereka bersama, sehingga mereka memiliki apresiasi yang mendalam satu sama lain. Pihak pria maskulin, aktif, dan dominan, sedangkan pihak wanita feminin, lembut, dan patuh. Meskipun berbeda, mereka tahu bagaimana untuk bersikap toleran dan perhatian satu sama lain. Dibangun berdasarkan sikap saling menghormati, pernikahan mereka tak terhancurkan, rumah mereka hangat dan ramah, dan kehidupan mereka penuh warna dan harmonis.

Tiga Panduan Utama dan Lima Kebajikan Tetap adalah standar moral yang diturunkan nenek moyang kita kepada kita untuk membantu menjaga ketertiban sosial dan kekeluargaan. Standar-standar ini sesuai dengan prinsip-prinsip alam semesta dan diberkati oleh Dewa-Dewa dan Buddha. Selama 5.000 tahun sejarah Tionghoa, mereka yang telah mengikuti standar-standar ini telah mampu membangun keluarga yang makmur, kaya, dan berbudi luhur. Mereka yang melanggar standar ini akan melihat kekayaan mereka berkurang dan keluarga mereka menyusut. Bagaimanapun juga, Tao dan iblis hidup berdampingan di dunia manusia, kebaikan dan kejahatan berjalan beriringan. Seperti kata pepatah, keluarga yang mempraktikkan kebajikan memiliki banyak keberuntungan untuk diwariskan kepada generasi mendatang, sedangkan mereka yang berbuat jahat meninggalkan balasan tak berhingga yang akan dihadapi oleh anak-anak mereka.

Standar moral, merupakan bagian penting dari budaya tradisional yang diwariskan oleh Langit, merupakan dasar dari peradaban manusia. Dengan demikian, manusia harus mematuhi pengaturan alam dan berperilaku sesuai dengannya. Sebagai jangkar masyarakat, setiap keluarga harus memastikan pertumbuhan yang sehat dan mempertahankan eksistensi yang berkelanjutan. Dengan memperhatikan standar moral akan memungkinkan baik suami maupun istri untuk tetap tenang di tengah-tengah dunia sekuler yang kacau, bahagia satu sama lain, dan menikmati umur panjang.

Perubahan Nilai dan Standar Moral
Hilangnya kepercayaan lurus terhadap Tuhan akhirnya menyebabkan kehancuran dasar moral, di mana keluarga dan masyarakat yang normal tumbuh dan berkembang.

Revolusi Kebudayaan yang berlangsung dari tahun 1966 sampai tahun 1976 mendorong perempuan ke dalam masyarakat dan mendorong mereka ke panggung politik. Perempuan yang "terbebaskan" ini diberitahu bahwa mereka setara dengan laki-laki dan didorong untuk berperang bersama rekan-rekan politik pria mereka. Seiring waktu berlalu, baik pria maupun wanita tanpa disadari menjadi ternetralkan. Pria menjadi kurang maskulin dan perempuan kurang feminin. Wanita, khususnya, berakhir pada situasi memikul beban yang lebih banyak. Mereka pergi ke luar untuk bekerja, namun mereka juga masih memegang tanggung jawab utama untuk mengurus pekerjaan rumah tangga, membesarkan anak, dan merawat orang tua. Sebagai akibat dari ketidakseimbangan, banyak keluarga mengalami konflik dan menjadi tidak stabil.
Seperti kata pepatah, orang yang tidak bisa membedakan yang benar dan yang salah akan mengundang setan. Saat ini di China, banyak orang tidak percaya bahwa kebaikan dan kejahatan akan menerima balasan karena mereka menjadi korban momok komunis. Landasan moral mereka telah hancur. Para pria dan wanita yang secara sukarela menyerahkan diri sejati dan jiwa mereka tidak ada bedanya dengan mayat berjalan atau binatang tanpa belas kasih. Mereka menurunkan kewaspadaan mereka dan tidak melakukan pembatasan pada perilaku asusila mereka. Dalam mengejar kebebasan seksual, mereka melakukan persetubuhan tanpa aturan dan tiada henti mencari dan memuaskan rasa lapar tak berbatas mereka akan kepentingan-kepentingan material. Mereka sedang menuju ke arah kerusakan dari segi norma kepatutan.

Pada sekarang ini di China, seseorang tidak bisa lagi menemukan jejak kebudayaan tradisional China maupun kemurnian yang berasal dari itu. Runtuhnya moralitas dan pengejaran kebebasan seksual dan kepentingan pribadi adalah alasan mendasar yang menyebabkan periode akhir Dharma. Sementara itu, ilmu pengetahuan modern telah memberikan semua kenyamanan bagi orang untuk mengejar hedonisme. Banyak orang tidak keberatan menggunakan segala cara yang tersedia untuk memaksimalkan kepentingan materi dan kenikmatan hedonistik mereka. Pada akhirnya, ilmu pengetahuan menjadi katalis yang mendorong manusia ke arah kerusakan moral dan sejarah menuju kehancuran.

Dalam hal mencari pasangan, ada fenomena yang disebut "punya dua dan tidak punya dua" yang populer di kalangan anak muda di China pada masa kini. Perkataan ini berarti mereka ingin pasangan mereka memiliki rumah dan mobil, namun tanpa ibu dan ayah yang perlu dikhawatirkan. Standar tersebut berlawanan sepenuhnya terhadap tujuan pernikahan, yaitu, untuk menghasilkan keturunan. Banyak pria dan wanita hidup bersama terlebih dahulu tanpa menikah. Prostitusi telah menjadi karir yang terbuka, profesional, dan dapat dipasarkan. Perselingkuhan merajalela, dengan banyak suami memiliki satu, dua, atau bahkan lebih dari dua wanita simpanan. Perceraian tampak seperti mode, dan tak seorangpun berpikir bahwa homoseksualitas adalah sesuatu yang salah.

Kurangnya keyakinan yang lurus telah menyebabkan rusaknya masyarakat dan keluarga. Rata-rata lebih dari 2.000 perceraian terjadi di China setiap hari. Pengejaran akan kebebasan seks telah menelan korban pada pelakunya. Penyakit menular seksual menyebar dengan cepat di berbagai daerah. Banyak orang telah kehilangan harapan dan semangat. Mereka menjadi tertekan dan menderita karena kesehatan yang melemah. Beberapa bahkan mati muda atau mengalami kesulitan hamil untuk melahirkan generasi berikutnya. Bahkan bagi mereka yang mampu menghasilkan generasi penerus, anak-anak mereka sering kali lahir dengan segala macam masalah kesehatan. Ini adalah fenomena mengkhawatirkan yang membahayakan masa depan bangsa China.

Sejarah telah membuktikan bahwa mengabaikan prinsip-prinsip moral akan mengarah pada kehancuran keluarga, pilar pembangun yang menjadi tumpuan seluruh masyarakat. Orang-orang yang terjebak dalam keadaan membingungkan ini tidak tahu bahwa ini adalah momok komunis yang sedang mencoba untuk menyapu manusia dari landasan masyarakat.

Pembebasan sifat alami keiblisan masyarakat berefek pada kemerosotan, menyebabkan keluarga dan kemudian seluruh masyarakat hancur. Banyak keluarga hanya menjadi formalitas tanpa pernikahan sesungguhnya antara suami dan istri. Rumah yang sebelumnya adalah tempat bernaung yang nyaman sebaliknya telah menjadi makam ketidakbahagiaan tempat mengubur pikiran dan jiwa mereka.

Keluarga adalah pilar dari masyarakat. Jika tidak ada pilar, apakah ada harapan bagi struktur masyarakat yang tersisa? Jika semua negara di dunia ini jadi begini, bumi ini akan berubah buruk seperti apel busuk. Di mana jalan keluar bagi umat manusia? Apakah ada harapan?

Tekankan Tiga Panduan Utama dan Lima Kebajikan Tetap

Keberadaan dan kemajuan umat manusia ditentukan oleh hukum-hukum alam dan segala sesuatu telah diatur secara dini oleh Langit. Seorang pria dan seorang wanita tidak akan pernah menikah jika mereka tidak ditakdirkan untuk menjadi suami dan istri. Tidak peduli bagaimana orang menemukan pasangannya, baik melalui usaha mereka sendiri, dikenalkan oleh orang lain, atau diatur oleh orang tua, ia pasti akan berakhir hidup dengan orang yang sama jika mereka ditakdirkan untuk menjadi suami-istri. Bagaimana jadinya pernikahan semua tergantung pada takdir pertemuan antara suami dan istri. Baik itu keberhasilan atau kegagalan, itu adalah kebajikan pasangan dan karma yang terakumulasi dalam kehidupan mereka sebelumnya yang berperan.

Selain kasih sayang, ada juga rasa utang-piutang yang dimiliki satu sama lain oleh suami dan istri dari kehidupan yang lampau. Pria harus bertanggung jawab untuk wanita, yang mempercayakan seluruh hidupnya kepadanya. Wanita, di sisi lain, harus peduli terhadap suami. Dalam reinkarnasi yang tak berujung, tidak ada yang dapat membawa ketenaran dan kepentingan materi ke liang kubur, tetapi kebajikan dan karma akan selalu terbawa. Yang paling buruk adalah persetubuhan tanpa aturan, yang akan menghasilkan karma yang sangat besar. Begitu seseorang melakukan persetubuhan yang terlarang, baik itu seks sebelum menikah atau dengan selingkuhannya, keberuntungannya akan berkurang, dan ia mungkin hanya akan mewariskan karma kepada keturunannya. Namun, pikiran seseorang menentukan perilakunya. Akan sangat tak ternilai berharganya jika seseorang bisa menahan pikiran jahat dan berhenti melakukan hal-hal buruk.

sumber: era baru
READ MORE >> Cara menjaga Keharmonisan Suami Istri

Monday, November 7, 2011

Misteri Mati Suri

Mati Suri bagi sebagian orang mungkin itu adalah peristiwa yang aneh ,sebagian besar orang di negeri ini mengatakan bahwa mati suri merupakan salah satu dari kebesaran Illahi yang ingin di tunjukan kepada manusia di dunia ini yang sudah mulai melupakan pencipatanya.Berikut ini bebrapa cerita yang di ambil dari orang yang mengaku pernah mengalami mati suri.

Bob Woodruff, ketika ia terluka parah saat perang Irak pada 2006. Setelah mobilnya menabrak improvisasi alat peledak, Mr Woodruff teringat bagaimana tubuhnya mengambang dan melihat cahaya putih beberapa menit saat ia tidak sadarkan diri.

Pendeta Don Piper, dari Pasadena, California, saat sedang melakukan perjalanan, mobilnya hancur dilumat kendaraan roda-18 pada 1989. Paramedis menyatakan ia telah mati. Sudah tanpa denyut nadi, ujarnya. 90 menit sebelum ia kembali dari kematian, seseorang telah melantunkan nyanyian doa di depan tubuhnya.

“Kemudi menghimpit dada saya dan atap mobil menghimpit kepala saya, jadi tidak ada cara agar anda dapat lolos dari kecelakaan maut itu,” ujarnya.

Menurutnya, apa yang ia alami tidak dapat dijelaskan dengan apapun. Ia mengatakan bahwa ia ingat dengan musik spektakuler dan aroma-aroma yang tak pernah ia cium sebelumnya. Kakek dan sejumlah kerabat yang telah meninggal nampak menyambutnya di sana.

"Mereka semua berdiri di depan sebuah gerbang megah, dengan cahaya seiring denyut kehidupan," ujarnya.

Mr Piper, yang mengalami puluhan operasi tulang, harus belajar berjalan lagi. Ia menulis tentang traumanya di New York Times — A True Story of Death and Life.

Bagaimana Sesungguhnya Mati Suri?

Near Death Experiences (NDE) atau mati suri digambarkan sebagai satu perasaan yang kadang-kadang terjadi ketika seseorang hampir mati atau telah dinyatakan meninggal secara klinis. Banyak korban selamat melaporkan pengalaman saat keluar dari tubuhnya. Mereka terasa melihat kilatan cahaya, memiliki kesadaran menjelang kematian, bertemu sanak famili yang ditinggalkan dan merasakan ketenangan perasaan serta hilangnya rasa sakit.

Para ilmuwan memiliki pendapat berbeda tentang mengapa mereka mengalami hal itu, yang paling populer disebut ‘mati-otak secara hipotesa’, di mana ketika otak berada di bawah tekanan, otak akan melepas luapan neuro-chemical yang menciptakan kilatan cahaya, kedamaian dan ketenangan.

Pada April 2010. Sejumlah peneliti dari Slovenia telah melaporkan pasien-pasien jantung yang mengalami mati suri memiliki tingkat karbindioksida jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pasien lain. Penelitian lain yang dilakukan pada 2009 oleh ilmuwan Universitas Kentucky, menghargai pengalaman mereka.

Mereka berpendapat, korban seringkali mengatakan pengalamannya tidak dapat dijelaskan oleh logika ilmiah. Ia meyakini bahwa ia telah dikirim kembali untuk menyebar pesan bahwa ‘surga adalah tempat yang nyata’.

Hal ini juga dialami oleh bocah duabelas tahun, Colton Burpo, di Nebraska. Ia mengalami mati suri pada usia empat tahun. Jane Seymour dengan sangat baik menggambarkan pengalaman mati suri dalam wawancara dengan Lary King pada 2005.

Reaksi alergi yang menyebabkan Seymour mengalami shock anafilaksis. Ms Seymour mengatakan ia telah melihat cahaya dan yakin ‘itu merupakan entitas spiritual yang lebih besar dari kita’. Meskipun ia mengatakan bahwa ia tidak menganut agama apapun.

Anehnya, mati suri menjadi satu peristiwa yang terus meningkat—dalam satu studi yang dilaporkan oleh Huffington Post, satu dari sepuluh korban serangan jantung dilaporkan dapat mengalaminya.

"Kemajuan medis telah menyebabkan meningkatnya jumlah resuscitations dalam beberapa tahun terakhir," ujar para ilmuwan.

Apakah NDE bersifat rohani atau ilmiah masih menjadi perdebatan.

Banyak orang berpendapat bahwa perjalanan mereka melewati terowongan gelap, kilatan cahaya, maupun pertemuan dengan kerabat yang sudah meninggal tidak dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Banyak peneliti mengatakan itu adalah pengalaman yang aneh.

Penjelasan yang paling umum adalah ‘mati otak’, suatu pendapat bahwa ketika otak berada di bawah tekanan, otak akan melepas luapan neuro-chemical yang menciptakan kilatan cahaya, ketenangan dan kedamaian.
READ MORE >> Misteri Mati Suri